Advertisement

DPD LDII Kab. Purbalingga

Merdeka dari Kemiskinan, Pesan Tegas Presiden

 


Purbalingga – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengikuti siaran langsung pidato Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Purbalingga, Jumat (15/8/2025).

Acara dihadiri oleh Bupati Purbalingga, Wakil Bupati Purbalingga, Ketua DPRD beserta anggota, Forkopimda, serta beberapa ketua organisasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Seluruh undangan mengikuti jalannya pidato Presiden dengan khidmat.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa tujuan kemerdekaan yang sesungguhnya adalah merdeka dari kemiskinan, kelaparan, dan penindasan. Ia menekankan komitmen pemerintah untuk membela kepentingan umum dan tidak membiarkan rakyat Indonesia menjadi korban praktik ekonomi yang ugal-ugalan.

“Di bawah kepemimpinan saya, penegakan hukum akan menjadi fokus utama dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat,” ujar Presiden Prabowo.

Peringatan HUT RI ke-80 ini tidak hanya menjadi momen perayaan, tetapi juga sarana refleksi atas perjuangan bangsa. Pidato Presiden yang disampaikan serentak di seluruh Indonesia menjadi pengingat pentingnya persatuan, kerja sama, dan tekad bersama untuk memajukan bangsa.

Dengan semangat kemerdekaan yang terus menyala, Pemerintah Kabupaten Purbalingga bersama LDII, Forkopimda, dan seluruh elemen masyarakat bertekad memperkuat sinergi demi mewujudkan kesejahteraan rakyat sesuai amanat Presiden. Pesan “merdeka dari kemiskinan” diharapkan menjadi motivasi kolektif dalam membangun Indonesia yang adil dan makmur.

Persatuan dan Kerukunan Modal Indonesia Maju

 


Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purbalingga menggelar kegiatan Jalan Sehat Kerukunan Lintas Iman pada Sabtu (16/8/2025). Acara yang diikuti ratusan peserta ini menjadi sarana memperkuat persatuan lintas agama sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Kegiatan jalan sehat dimulai dan berakhir di halaman Kantor Kemenag Kabupaten Purbalingga. Pelepasan peserta dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Purbalingga, H. Zahid Khasani.

Peserta berasal dari berbagai unsur, meliputi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag Purbalingga, Pokjawas Madrasah dan Pendidikan Agama Islam, KKRA, KKM (MI, MTs, MA), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI), Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI), tokoh lintas agama, serta umat beragama di Kabupaten Purbalingga.


Kegiatan ini sekaligus menjadi pesan moral pentingnya menjaga kebersihan demi terciptanya suasana hidup yang sehat dan harmonis.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Purbalingga, H. Zahid Khasani, menekankan arti penting persatuan dan kerukunan antar umat beragama. “Pentingnya persatuan dan kerukunan menjadi modal menuju Indonesia maju,” tegasnya.

Melalui jalan sehat lintas iman ini, Kemenag Purbalingga berharap terbangun sinergi antar umat beragama, tercipta masyarakat yang rukun, serta tumbuh kesadaran bersama menjaga lingkungan demi masa depan Purbalingga yang damai dan lestari.

Hasil Sidang Isbat dari Kementerian Agama RI tentang penetapan Awal Syawal 1446 H

Hasil Sidang Isbat dari Kementerian Agama RI tentang penetapan Awal Syawal 1446 H


Hasil Sidang Isbat dari Kementerian Agama RI tentang penetapan Awal Syawal 1446 H. Awal 1 Syawal 1446 H jatuh pada hari Senin, 31 Maret 2025. 

Mari menyempurnakan 30 hari Ramadan sebelum menyambut kemenangan hari raya✨

LDII Hadiri Gelar Apel Kesiapan Pengamanan Pengambilan Sumpah Presiden dan Wakil Presiden



Depok (15/10). Presiden Joko Widodo menghadiri apel kesiapan pengamanan pelantikan presiden dan wakil presiden 2024, di Markas Komando Korps Brigade Mobil Kepolisian Republik Indonesia (Mako Brimob Polri) Kelapa Dua, Kota Depok, Jawa Barat pada Senin (14/10). Saat tiba di Mako Brimob, Presiden Jokowi disambut oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Usai menerima penghormatan dari jajar kehormatan, Presiden menaiki kendaraan taktis Maung menuju ke mimbar kehormatan. Apel diawali dengan mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya, Presiden didampingi Kapolri menuju ke mimbar apel dan memperoleh penghormatan kebesaran.

Pada kesempatan ini, Presiden mendapat penghargaan medali kehormatan, keamanan dan keselamatan publik Loka Praja Samrakshana dan pemberian warga kehormatan Korps Brimob Polri. Kapolri memberikan langsung penghargaan tersebut atas jasa luar biasa, terhadap pengembangan dan kemajuan Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan serta penegakan hukum demi keamanan masyarakat, bangsa, dan negara.

Selanjutnya, Presiden memberikan tanda kehormatan Nugraha Sakanti kepada tujuh satuan kerja Polri. Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 138/TK Tahun 2024 yang ditetapkan di Jakarta, pada tanggal 14 Oktober 2024, tentang penganugerahan tanda kehormatan Nugraha Sakanti.

Tanda kehormatan tersebut diberikan kepada kesatuan kerja di lingkungan Polri, yaitu Korbrimob Polri, Bareskrim Polri, Baharkam Polri, Korlantas Polri, Divisi Hubungan Bidang Internasional Polri, Densus 88 Antiteror Polri, dan Pusdokkes Polri. Penghargaan ini diterima oleh pimpinan masing-masing satuan. Seperti satuan Korbrimob Polri diterima oleh Kakorbrimob Polri Komjen Imam Widodo, Satuan Bareskrim Polri diterima oleh Kabareskrim Porli Komjen Wahyu Widada.

Lalu, Satuan Baharkam Polri diterima oleh Kabaharkam Polri Komjen Fadil Imran, Satuan Korlantas Polri diterima oleh Irjen Aan Suhanan, Satuan Divhubinter Polri diterima oleh Kadivhubinter Polri Irjen Krishna Murti, Satuan Densus 88 Antiteror Polri diterima oleh Kadensus Irjen Sentot Prasetyo, dan Satuan Pusdokkes Polri diterima oleh Kapusdokkes Irjen Asep Hendradiana.

Nugraha Sakanti merupakan tanda kehormatan yang diberikan pada satuan kerja Polri yang dinilai telah berjasa di bidang kepolisian serta bermanfaat bagi bangsa dan negara. Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa pemberian tanda kehormatan Nugraha Sakanti oleh Presiden Joko Widodo kepada tujuh satuan kerja (satker) Polri menjadi amanah untuk bekerja lebih baik.

“Penganugerahan yang diberikan oleh Bapak Presiden kepada kita ini, sekaligus menjadi amanah dari Bapak Presiden agar kami semua ke depan bekerja dengan lebih baik sesuai dengan apa yang menjadi harapan dan amanah rakyat,” kata Kapolri.

Apel diikuti 15.000 personel Polri dan dihadiri tokoh-tokoh masyarakat, pimpinan organisasi kemasyarakatan dan pengasuh pondok pesantren. DPP LDII dalam kegiatan tersebut diwakili Ketua DPP LDII Rulli Kuswahyudi.

Pada kesempatan itu Rulli mengungkapkan bahwa acara tersebut memperlihatkan kesiapan Polri dalam mengawal proses pelantikan. “Kita melihat Polri sudah sangat siap untuk menjaga jalannya proses pelantikan Presiden dan Wakil Presiden. LDII sebagai bagian dari masyarakat siap bekerja sama dan mendukung terciptanya kamtibmas,” ujar Rulli.

LDII seperti yang diputuskan dalam Rakornas LDII 2024 menegaskan komitmennya dalam mendukung program prioritas pemerintah yang telah selaras dengan hasil Rakernas LDII 2023, seperti kebangsaan, keagamaan, pendidikan, kesehatan, pembangunan SDM, teknologi digital, ekonomi syariah, ketahanan pangan, lingkungan hidup, serta energi baru terbarukan. “Harapan kami, dengan program-program ini, Indonesia dapat menjadi negara yang mandiri dan mampu mencapai visi Indonesia Emas 2045,” tambah Rulli.

Lebih lanjut, Rulli menyampaikan pentingnya peran generasi muda dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, terutama menuju visi Indonesia Emas 2045. “Kami berharap generasi muda diberikan peran yang lebih besar dalam pembangunan. Dengan SDM yang berkualitas dan kompetensi yang baik, generasi ini akan mampu mengisi berbagai bidang pembangunan yang ada,” tambahnya.

Pembentukan Pengurus FKUB PC LDII Bobotsari Hadiri Undangan


Purbalingga (16/10). Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PC LDII) Kecamatan Bobotsari menghadiri kegiatan musyawarah pembentukan pengurus forum kerukunan umat beragama (FKUB) pada hari Senin (16/10/2023) di pendopo kecamatan Bobotsari Purbalingga Jawa Tengah.

Pembentukan Forum Kerukunan Umat Beragama tingkat kecamatan ini menindaklanjuti surat dari Kesbangpol Purbalingga mengenai permintaan personil FKUB tingkat Kecamatan. Musyawarah ini juga dihadiri oleh Kapolsek Bobotsari, Koramil, Kepala KUA Kecamatan, beberapa pejabat kelurahan dan tamu undangan pimpinan ormas beragama.

Musyawarah ini berjalan baik dan menghasilkan beberapa nama untuk menjadi ketua dan pengurus FKUB tingkat kecamatan Bobotsari. Ketua PC LDII Bobotsari Yusuf Raharjo juga sebagai anggota sedangkan Ketua FKUB dari NU yaitu Arif Nur. musyawarah dipimpin oleh Camat Bobotsari Sutrisno.

Dengan terbentuknya Forum Kerukunan Umat Beragama tingkat kecamatan Bobotsari ini diharapkan akan menjadikan perbedaan akan terasa hangat antar warga masyarakat, terciptanya rasa nyaman, dan selalu menjalin kerukunan antar warga masyarakat.

PC LDII Purbalingga Hadiri Pembentukan Pengurus FKUB Kecamatan


Purbalingga (25/10). Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PC LDII) Kecamatan Purbalingga menghadiri kegiatan musyawarah pembentukan pengurus forum kerukunan umat beragama (FKUB) pada hari Rabu (25/10/2023) di pendopo kecamatan Purbalingga Jawa Tengah.

Forum Kerukunan Umat Beragama atau FKUB sebuah wadah untuk menjalin kerukunan antar umat beragama dalam lingkungan masyarakat. Dalam hal ini kecamatan Purbalingga mengundang seluruh pimpinan ormas umat beragama untuk ikut serta dalam pembentukan Forum Kerukunan Umat Beragama tingkat kecamatan termasuk juga PC LDII Kecamatan Purbalingga.

Pembentukan Forum Kerukunan Umat Beragama tingkat kecamatan ini menindaklanjuti surat dari Kesbangpol Purbalingga mengenai permintaan personil FKUB tingkat Kecamatan. Musyawarah ini juga dihadiri oleh Kapolsek Purbalingga, Koramil Purbalingga, Kepala KUA Kecamatan, beberapa pejabat kelurahan dan tamu undangan pimpinan ormas beragama.

Musyawarah ini berjalan baik dan menghasilkan beberapa nama untuk menjadi ketua dan pengurus FKUB tingkat kecamatan purbalingga. Ketua PC LDII Kecamatan Purbalingga Boman, S.Pd juga terpilih sebagai wakil ketua bersama dengan F.S. Ari Broto Ketua dari Jemaat Umat Katolik Kecamatan Purbalingga dan diketuai oleh pimpinan MUI kecamatan Purbalingga H. Chumedi, M.Si.

Dengan terbentuknya Forum Kerukunan Umat Beragama tingkat kecamatan Purbalingga ini diharapkan akan menjadikan perbedaan akan terasa hangat antar warga masyarakat, terciptanya rasa nyaman, dan selalu menjalin kerukunan antar warga masyarakat.

PC LDII Bukateja Hadiri Undangan Pembentukan Pengurus FKUB


Purbalingga (24/10). Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PC LDII) Kecamatan Bukateja menghadiri kegiatan musyawarah pembentukan pengurus forum kerukunan umat beragama (FKUB) pada hari Selasa (24/10/2023) di pendopo kecamatan Bukateja Purbalingga Jawa Tengah.

Pembentukan Forum Kerukunan Umat Beragama tingkat kecamatan ini menindaklanjuti surat dari Kesbangpol Purbalingga mengenai permintaan personil FKUB tingkat Kecamatan. Musyawarah ini juga dihadiri oleh Kapolsek Bukateja, Koramil, Kepala KUA Kecamatan, beberapa pejabat kelurahan dan tamu undangan pimpinan ormas beragama.

Musyawarah ini berjalan baik dan menghasilkan beberapa nama untuk menjadi ketua dan pengurus FKUB tingkat kecamatan purbalingga. Ketua PC LDII Bukateja Purbalingga Rohmat juga sebagai anggota sedangkan Ketua FKUB dari NU yaitu Joko Wardoyo, musyawarah dipimpin oleh sekcam Bukateja Bahtiar Amran Rifani.

Dengan terbentuknya Forum Kerukunan Umat Beragama tingkat kecamatan Bukateja ini diharapkan akan menjadikan perbedaan akan terasa hangat antar warga masyarakat, terciptanya rasa nyaman, dan selalu menjalin kerukunan antar warga masyarakat.

Pembentukan Pengurus FKUB PC LDII Kutasari Hadiri Undangan


Purbalingga (26/10). Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PC LDII) Kecamatan Kutasari menghadiri kegiatan musyawarah pembentukan pengurus forum kerukunan umat beragama (FKUB) pada hari Kamis (26/10/2023) di pendopo kecamatan Kutasari Purbalingga Jawa Tengah.

Pembentukan Forum Kerukunan Umat Beragama tingkat kecamatan ini menindaklanjuti surat dari Kesbangpol Purbalingga mengenai permintaan personil FKUB tingkat Kecamatan. Musyawarah ini juga dihadiri oleh Kapolsek Kutasari, Koramil Purbalingga, Kepala KUA Kecamatan, beberapa pejabat kelurahan dan tamu undangan pimpinan ormas beragama.

Musyawarah ini berjalan baik dan menghasilkan beberapa nama untuk menjadi ketua dan pengurus FKUB tingkat kecamatan purbalingga. Ketua PC LDII Kutasari Sukiman juga sebagai anggota sedangkan Ketua FKUB dari NU yaitu Sujendro. musyawarah dipimpin oleh Camat Kutasari Titis Panjer Rahino.

Dengan terbentuknya Forum Kerukunan Umat Beragama tingkat kecamatan Kutasari ini diharapkan akan menjadikan perbedaan akan terasa hangat antar warga masyarakat, terciptanya rasa nyaman, dan selalu menjalin kerukunan antar warga masyarakat.

Pembentukan Pengurus FKUB PC LDII Mrebet Hadiri Undangan

  


Purbalingga (23/10). Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PC LDII) Kecamatan Mrebet menghadiri kegiatan musyawarah pembentukan pengurus forum kerukunan umat beragama (FKUB) pada hari Senin (23/10/2023) di pendopo kecamatan Mrebet Purbalingga Jawa Tengah.

Pembentukan Forum Kerukunan Umat Beragama tingkat kecamatan ini menindaklanjuti surat dari Kesbangpol Purbalingga mengenai permintaan personil FKUB tingkat Kecamatan. Musyawarah ini juga dihadiri oleh Kapolsek Mrebet, Koramil, Kepala KUA Kecamatan, beberapa pejabat kelurahan dan tamu undangan pimpinan ormas beragama.

Musyawarah ini berjalan baik dan menghasilkan beberapa nama untuk menjadi ketua dan pengurus FKUB tingkat kecamatan purbalingga. Ketua PC LDII Kutasari Tarno juga sebagai anggota sedangkan Ketua FKUB dari NU yaitu Musodik. musyawarah dipimpin oleh Camat Mrebet Didik.

Dengan terbentuknya Forum Kerukunan Umat Beragama tingkat kecamatan Kutasari ini diharapkan akan menjadikan perbedaan akan terasa hangat antar warga masyarakat, terciptanya rasa nyaman, dan selalu menjalin kerukunan antar warga masyarakat.

PC LDII Karangmoncol Hadiri Undangan Pembentukan Pengurus FKUB



Purbalingga (7/12). Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PC LDII) Kecamatan Karangmoncol menghadiri kegiatan musyawarah pembentukan pengurus forum kerukunan umat beragama (FKUB) pada hari Kamis (7/12/2023) di pendopo kecamatan Karangmoncol Purbalingga Jawa Tengah.

Pembentukan Forum Kerukunan Umat Beragama tingkat kecamatan ini menindaklanjuti surat dari Kesbangpol Purbalingga mengenai permintaan personil FKUB tingkat Kecamatan. Musyawarah ini juga dihadiri oleh Kapolsek Karangmoncol, Koramil, Kepala KUA Kecamatan, beberapa pejabat kelurahan dan tamu undangan pimpinan ormas beragama.

Musyawarah ini berjalan baik dan menghasilkan beberapa nama untuk menjadi ketua dan pengurus FKUB tingkat kecamatan purbalingga. Ketua PC LDII Karangmoncol Alvian Tanjung terpilih sebagai Ketua II sedangkan Ketua FKUB dari NU yaitu Khafid Khusni, musyawarah dipimpin oleh Camat Karangmoncol Juli Atmaji.

Dengan terbentuknya Forum Kerukunan Umat Beragama tingkat kecamatan Karangmoncol ini diharapkan akan menjadikan perbedaan akan terasa hangat antar warga masyarakat, terciptanya rasa nyaman, dan selalu menjalin kerukunan antar warga masyarakat.

LDII Hadiri Upacara HUT RI ke-78 di Alun-alun Purbalingga

 


Purbalingga (19/8). DPD LDII Kabupaten Purbalingga mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-78 Republik Indonesia (HUT RI). Upacara tersebut berlangsung di alun-alun Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah pada Kamis (17/8). Acara ini turut dihadiri oleh tokoh masyarakat, termasuk Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi foto bersama dengan pengurus DPD LDII Purbalingga.

Dalam kesempatan itu, Bupati Kabupaten Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi menyampaikan penghargaan atas capaian luar biasa yang berhasil diraih oleh Kabupaten Purbalingga. Capaian ini tidak hanya berskala provinsi, tetapi juga nasional. Kabupaten Purbalingga telah berhasil meraih prestasi dalam berbagai bidang, yang menunjukkan dedikasi dan kerja keras masyarakatnya.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Purbalingga Kusno juga memberikan pandangannya usai upacara tersebut. Ia mengingatkan para generasi muda untuk tidak melupakan sejarah, terutama sejarah kemerdekaan Republik Indonesia, “Upacara bendera menjadi momen penting dalam mengenang sejarah perjuangan bangsa,” ingatnya.

Kusno menambahkan, upacara tersebut juga menjadi wujud rasa terima kasih kepada para pejuang kemerdekaan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia, “LDII Purbalingga mengajak semua untuk terus merawat dan memupuk rasa cinta tanah air dengan memahami serta mengenang sejarah, serta menjadikan kemerdekaan sebagai landasan untuk berkarya demi kemajuan bangsa,” pungkasnya. (Iqbal)

LDII Purbalingga Ikuti Silaturahim Kebangsaan Jilid III

 


Purbalingga (29/7). Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Purbalingga mengikuti Silaturahim Kebangsaan yang digelar DPW LDII Jawa Tengah untuk yang ketiga kalinya secara daring. Acara tersebut berjudul Silaturahim Kebangsaan Jilid III DPW LDII Provinsi Jawa Tengah dengan tajuk “Revitalisasi Nilai-nilai Toleransi dalam Pancasila untuk Menyongsong Indonesia Emas”, pada Sabtu (29/7).

Acara tersebut berisikan materi-materi yang mendalam tentang toleransi. Bukan hanya dihadiri oleh pengurus dan warga LDII saja namun juga dihadiri oleh tamu undangan dari berbagai stakeholder dan para pimpinan ormas islam maupun non muslim. Acara yang dipimpin oleh Prof. Dr. Muhajirin Tohir, M.A (Guru Besar UNDIP) ini berlangsung pada hari Sabtu, 29 Juli 2023 yang berlokasi di Grasia Hotel Semarang.

Sebagai sambutan pembuka Ketua DPW LDII Provinsi Jawa tengah Prof. Dr. Singgih Tri Sulistiyono, M.Hum menerangkan bahwa “ Kita sebagai manusia harus selalu menjaga toleransi dalam hal apapun terutama dalam lingkup umat beragama’. Katanya.


Silaturahim Kebangsaan ini sangat menarik karena diisi oleh pembicara-pembicara hebat salah satunya H. Ganjar Pranowo, S.H.,M.IP Gubernur Jawa Tengah beliau menjelaskan acara yang diadakan oleh DPW LDII Provinsi Jawa Tengah Ini sangat bagus sekali melihat apa yang terkandung dalam judul tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat Jawa Tengah ini Khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Beliau juga berharap untuk selalu menjalin komunikasi dengan baik. Mencairkan suasana, menjaga toleransi apalagi dalam tahun depan mungkin suasana akan menjadi hangat namun LDII nanti bisa mendinginkan suasana. Ujarnya.

DPD LDII Kabupaten Purbalingga mengikutsertakan seluruh pengurus harian, Dewan pembina, beberapa bidang dan juga seluruh ketua PC LDII Kabupaten Purbalingga. Tidak hanya itu tamu undangan pun hadir dan sangat antusias mengikuti gelaran acara ini.

Silaturahim Kebangsaan Jilid III ini diselenggarakan sebagai sarana membangun toleransi dan baik dari suku, budaya maupun lingkup umat beragama. Kegiatan yang berjalan kurang lebih selama 4 jam ini berjalan baik dengan pemateri yang memaparkan banyak sekali manfaat atau nilai-nilai penting dari toleransi maupun pancasila.  (Iqbal)

Pers Rilis DPP LDII Jadi Gerakan Politik, DPP LDII Dukung Pemerintah Tolak LGBT

Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santos


*Jakarta (13/7).* Maraknya kampanye komunitas lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di dunia, khususnya di Asia Tenggara membuat ormas-ormas Islam khawatir. DPP LDII dengan tegas menolak kampanye LGBT, dan meminta pemerintah dan DPR membuat aturan mengenai pelarangan aktivitas LGBT.

Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso pun prihatin, bahwa kampanye LGBT didukung pula oleh lembaga-lembaga internasional dengan dalih penghormatan kepada Hak Asasi Manusia (HAM) dan kebebasan individu. Padahal di Indonesia, aktivitas homoseksual yang identik dengan LGBT dilarang negara.  

“Kegiatan itu memprihantinkan. Apalagi negara hanya punya Pasal 414 KUHP mengenai larangan perbuatan cabul sesama jenis ataupun beda jenis. Ini belum cukup untuk melarang aktivitas LGBT. Mereka telah bergerak dalam ranah politik, bukan hanya sekadar kampanye mengenai hak-hak mereka,” ujar Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso. 

KH Chriswanto menunjukkan contoh bagaimana LGBT menjadi gerakan politik, untuk dipaksakan menjadi kenormalan di tengah masyarakat, “Di Eropa dan Amerika Serikat, Anda menghina agama lain ataupun membakar kitab suci adalah kebebasan beragama. Tapi mengkritik LGBT dianggap sebagai ujaran kebencian,” tegas KH Chriswanto. 

Menurutnya, peraturan yang lebih mendukung gerakan LGBT, karena pelakunya masuk ranah politik untuk mengatur kebijakan. Ia meminta umat beragama di Indonesia, terutama umat Islam mewaspadai gerakan LGBT yang masuk ke dalam partai politik atau menjadikan elit politik corong kampanye kelompok itu. Ia mengatakan, parpol-parpol yang mendukung LGBT dapat dilihat dari sikap mereka di media sosial.

“Ada alasan kuat mengapa kami menolak LGBT. Pertama semua agama Samawi telah menjelaskan keharaman LGBT, bahkan menyontohkan azab yang keras dari Allah bagi pelaku LGBT di Sodom. Bahkan LGBT sangat bertentangan dengan Pancasila, terutama Sila Pertama mengenai Ketuhanan Yang Maha Esa,” ujarnya. 

Para pelaku LGBT menolak realitas, bahwa Allah yang Maha Esa menciptakan umat manusia terdiri dari dua jenis, “Inilah yang membuat kami menegaskan LGBT bertentangan dengan bukan hanya agama, tapi Pancasila,” imbuh KH Chriswanto Santoso. Mereka menolak realitas ciptaan Tuhan, dengan mempolitisasi hak asasi manusia agar mereka bisa diterima. 

Dampak lain dari LGBT adalah merusak generasi muda, apalagi anak-anak yang diadopsi oleh pasangan LGBT, “Apa yang mereka lihat sejak anak-anak akan terekam, yang berpotensi merusak pola pikir meraka bahwa prilaku LGBT adalah kenormalan dan hak asasi manusia,” tegasnya. 

Hal senada diungkapkan Ketua Departemen Pendidikan Keagamaan dan Dakwah (PKD) DPP LDII, KH Aceng Karimullah. Menurutnya, LGBT bertentangan dengan semua agama Samawi, “Kegunaan agama adalah menjaga keberlangsungan manusia. Bermula dari Adam dan Hawa dan berkembang sampai sekarang,” tegasnya. 

Menurut KH Aceng, prilaku LGBT dari situ sudah bertentangan dengan agama. Bahkan dari segi kesehatan menjadikan penyakit, yang sebelumnya tidak pernah ada lalu merajalela akibat dari perbuatan menyimpang. 

Untuk tindakan preventif fenomena LGBT, ia menambahkan, bahwa umat Islam harus berpegang teguh kepada Alquran dan Alhadits, dimulai dari diri sendiri dan keluarga. “Jika lingkungan sendiri dan keluarga sudah kuat dan bersih, maka akan berkembang untuk menyelamatkan kemanusiaan,” ujarnya. Sebaliknya jika tidak mampu menjaga lingkungan dan keluarga, maka timpaan azab menimpa manusia di sekitarnya. 

Sebagai informasi, Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa pada 9 Juni 2016, memenangkan pemerintah Prancis yang membatalkan perkawinan sejenis Chapin dan Charpentier. Pengadilan HAM itu memutuskan pernikahan homoseksual adalah melanggar hukum. 

Dengan keputusan tersebut, Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa mengingatkan, dengan suara bulat, bahwa Konvensi Hak Asasi Manusia Eropa tidak memasukkan hak untuk menikah bagi pasangan homoseksual, demi menghormati kehidupan pribadi dan keluarga. 

Pengadilan HAM itu juga memutuskan bahwa pengertian keluarga tidak hanya mencakup "konsep tradisional tentang pernikahan, yaitu penyatuan antara laki-laki dan perempuan", namun juga memutuskan agar pemerintah tidak dibebani untuk mengizinkan pernikahan homoseksual.

Artinya, di Eropa pun dengan tinjauan filosofis dan antropologis yang didasarkan pada tatanan alam, akal sehat, laporan ilmiah, dan tentu saja hukum positif, pernikahan homoseksual terlarang dan dilarang.

Road to Rakernas, LDII Silaturrahim ke Mabes TNI

 *Pers Rilis DPP LDII*



Jakarta (16/6). Dalam rangkaian "Road to Rakernas LDII", Ketua DPP LDII Teddy Suratmadji dan pengurus harian berkunjung ke Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Cilangkap, Jakarta Timur, pada Kamis (15/6). Kunjungan mereka diterima Kepala Pusat Pembinaan Mental (Pusbintal) TNI Laksamana Pertama (Laksma) Ian Heriyawan beserta jajarannya di Gedung Agustinus Soetjipto, Jakarta. 

Dalam pertemuan itu Teddy memaparkan program kerja prioritas LDII, sekaligus mengundang Panglima TNI dalam Rakernas LDII. Menanggapi hal itu, Laksma Ian mengapreasiasi kehadiran LDII di Mabes TNI. 

“Kami menyambut gembira kedatangan LDII di Mabes TNI dan kami mendapatkan perintah dari Panglima TNI untuk menyambut kehadiran LDII. Mudah-mudahan pertemuan ini menjadi salah satu kontribusi dalam membangun bangsa. Kami juga berterima kasih kepada Panitia Rakernas LDII yang akan mengundang Bapak Panglima TNI untuk hadir pada acara Rakernas LDII pada November 2023,” ujar Laksma Ian.


Ia menambahkan, hasil pertemuan dengan LDII akan dilaporkan kepada Panglima Laksamana TNI Yudo Margono, termasuk mengakselerasikan kerja sama yang akan dibangun di dalam nota kesepahaman. “Kami berharap pertemuan hari ini bukan hanya seremonial, tapi pertemuan yang dapat dikonkritkan ke depan. Apabila dimungkinkan terdapat MoU sehingga pertemuan ini akan melahirkan ide dan gagasan serta kegiatan, yang riil dan bermanfaat baik untuk TNI maupun LDII,” ungkapnya. 

Dalam pertemuan itu, ia juga menyinggung tentang stigma LDII eksklusif. Menurutnya, stigma itu muncul karena kurangnya informasi yang baik di tengah masyarakat, “Yang kami tahu sejak awal kurangnya informasi dan keterbukaan. Di era sekarang ini keterbukaan itu adalah suatu keniscayaan berlaku bagi organisasi apapun,” tuturnya.

Apabila terbuka, sambung Laksma Ian Heriyawan, maka orang akan tabayun dan menjadi jelas. “Dulu kan ada stigma-stigma negatif itu karena ketidaktahuan. Jadi banyak hal yang tidak diketahui publik, bukan saja oleh TNI tapi juga masyarakat pada umumnya, sehingga stigma itu menjadi melekat,” urainya.

Ia menegaskan, dengan hadirnya LDII ke Mabes TNI menunjukkan semakin jelas bahwa LDII insklusif, “Terlebih ada delapan klaster yang disampaikan itu dan yang nomor satunya adalah wawasan kebangsaan. Ini menurut hemat kami sangat membahagiakan dan tentu saja tidak hanya di atas kertas yang lebih penting itu adalah konkritnya di lapangan,” tegas Laksma Ian.

Menanggapi masukan tersebut, Ketua DPP LDII Teddy Suratmadji mengatakan LDII adalah organisasi yang inklusif, dan LDII menempatkan wawasan kebangsaan di atas segala-galanya. Setelah kebangsaan, lanjut Teddy, bidang dakwah keagamaan menjadi program prioritas berikutnya, “Karena kami tidak akan dapat menjalankan ibadah tanpa memiliki NKRI yang utuh, yang damai, yang dinaungi ukhuwah Islamiyah, ukhuwah basyariah dan ukuwah insaniyah serta ukhuwah wathoniyah,” ungkap Sekjen Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) itu. 

Selain itu, ia berharap bisa menjalin MoU antara LDII dan TNI, termasuk pembinaan mental spiritual di daerah-daerah terpencil, “Karena pastinya TNI tidak mempunyai banyak masjid di daerah-daerah terpencil akan tetapi bisa bekerjasama dengan ormas Islam termasuk LDII,” pungkasnya.

KPU Ajak LDII Ciptakan Demokrasi yang Sehat


Jakarta (15/6). DPP LDII berkunjung ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jl. Imam Bonjol, Jakarta, Rabu (14/6). Dalam kunjungannya, Ketua DPP LDII Singgih Tri Sulistiyono memaparkan rencana agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LDII yang akan dilaksanakan di Ponpes Minhaajurrosyidin, Jakarta, November mendatang. 

Untuk itu, LDII meminta masukan KPU agar pelaksanaan Rakernas tersebut tidak melanggar Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU). Selain itu, melalui Rakernas itu, KPU bisa memberikan pembekalan kepada pengurus dan warga LDII dalam menciptakan pemilu damai. 

“Hal ini dalam rangka memberikan pencerahan kepada masyarakat bagaimana melampaui tahapan-tahapan demokrasi yang sehat sesuai dengan yang telah disepakati dan memberikan wawasan lebih lanjut pada segenap pengurus bahwa LDII kedepan bisa membangun demokrasi sebagai alat mencapai sejahtera,” tutupnya. 

Tak hanya itu, LDII dan KPU RI bersepakat untuk membangun kerjasama dalam upaya menciptakan demokrasi yang sehat. “Beranjak dari kerja sama yang baik antara LDII dan KPU RI. Saya kira sudah ada penyamaan persepsi dan idealisme bagaimana proses politik yang dijalani melalui pemilu betul-betul mencerminkan demokrasi yang sehat,” ujarnya. 

Dengan demokrasi yang sehat, sambung Singgih, bisa mencapai cita-cita politik yaitu terbentuknya pemerintahan yang bersih dan berwibawa, “Serta bisa mengantarkan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar yang adil, makmur, dan sesuai dengan falsafah bangsa Indonesia,” tambahnya. 

Guru Besar Sejarah Universitas Diponegoro itu mengatakan, pihaknya mengajak masyarakat terutama warga LDII untuk netral aktif dalam ajang lima tahunan tersebut. “Dengan begitu kita tidak terombang-ambing oleh kepentingan politik tertentu tapi kita tetap mempunyai semangat untuk memberikan kontribusi positif untuk proses demokrasi ini,” paparnya.  

Sementara itu, Kepala Bagian Hubungan Antar Lembaga KPU RI Dohardo Pakpahan menilai LDII merupakan ormas Islam besar di Indonesia yang memiliki visi misi dan program kerja yang luar biasa. LDII memiliki potensi dan bisa menjadi mitra strategis untuk menyukseskan jalannya pemilu di Indonesia. “Kami juga melihat visi misi dan program kerja LDII dalam menyukseskan pelaksanaan Pemilu dan menjadi suksesi pembangunan bangsa Indonesia. Saya harap LDII jangan terbawa oleh kepentingan-kepentingan kelompok dan golongan. Supaya prinsip netral aktif benar-benar terjaga,” ungkapnya.

Ia mengajak kolaborasi dan sinergi kepada stakeholder terkait termasuk LDII dalam menyukseskan pemilu. “Kami mengajak LDII untuk membangun kerjasama dalam bentuk MoU dengan memegang prinsip saling menguntungkan kedua belah pihak,” ujarnya. 

Jika kerjasama ini dapat terbangun dengan baik maka dapat mencerdaskan kehidupan bangsa dalam berpolitik, “Setidak-tidaknya seluruh warga LDII yang berjumlah kurang lebih 30 juta kalau mereka cerdas memilih tentu kita harapkan kualitas pemilih akan meningkat untuk mendapatkan pemimpin sesuai amanah dan cita-cita bangsa,” ujar Dohardo.

LDII PURBALINGGA IKUTI UPACARA HARI SANTRI DI ALUN-ALUN

Kusno Roharjo Ketua DPD LDII Purbalingga mengikuti Upacara Hari Santri

Purbalingga (22/10). Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Purbalingga LDII hadiri upacara hari santri nasional di Alun-alun Purbalingga pada Sabtu (22/10/2022).

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati dan Wakil Bupati beserta jajarannya, ketua DPRD, Forkopimda , pimpinan organisasi, enam ribuan santri dari berbagai ponpes di Kabupaten Purbalingga serta hadir pula puluhan santri pondok pesantren Walibarokah binaan LDII Purbalingga sebagai peserta upacara hari santri nasional Tahun 2022.

Sambutan Menteri Agama Republik Indonesia yang dibacakan Bupati Purbalingga Ibu Dyah Hayuning Pratiwi sekaligus inspektur upacara “mengingatkan santri berperan aktif dalam membangun bangsa bukan saja pada ilmu agama namun turut serta dalam segala bidang sesuai perkembangan jaman dan membantu penguatan keutuhan NKRI serta pelopor toleransi antar umat beragama”, tuturnya.


Kusno Raharjo selaku Ketua DPD LDII Purbalingga menambahkan momentum hari santri mengingatkan bahwa tantangan zaman kedepan harus diaplikasikan generasi muda yang berdaya saing, mampu menghadapi persaingan global, melalui pondok pesantren saya yakin bekal masa depan generasi lebih dari cukup, tutupnya. (Iqbal)

PC LDII Bukateja Kabupaten Purbalingga Ikuti Sosialisasi Pencegahan Konflik Sosial

 



Purbalingga (14/03). Pimpinan Cabang (PC) Bukateja LDII Kabupaten Purbalingga mengikuti acara “Sosialisasi Pencegahan Konflik Sosial”. Acara ini digelar oleh Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga di Aula Balaidesa Bukateja pada Senin (14/03/2022).

Camat Bukateja, Sulistiyarno mengingatkan pentingnya pencegahan konflik sosial di Bukateja secara khusus dan Indonesia pada umumnya. “Dalam era modern saat ini warga kecamatan Bukateja diharapkan mampu menjaga sikap toleransi yang tinggi saling menjaga saling mengalah dalam hidup bermasyarakat di wilayah Bukateja dan sekitarnya,” jelas Sulistiyarno.

Sulistiyarno juga memberikan Apresiasi kepada Rochmat Pimpinan Cabang (PC) LDII Bukateja Kabupaten Purbalingga atas kehadirannya 15 menit sebelum acara sosialisasi dimulai.  

Ia berujar saat ini Purbalingga berada pada level 3 penyebaran Covid-19 juga mengingatkan kepada semua pihak terhadap pandemic covid-19 agar selalu melaksanakan protokol kesehatan dimanapun berada. 

Acara ‘Sosialisasi Pencegahan Konflik Sosial’ diisi oleh para pemateri lintas lembaga, antara lain: Kodim Purbalingga Letda Suryono dan Sadono dari Kesbangpol Purbalingga. 

Hadir dalam acara tersebut antara lain; Ormas Islam MWC Nahdatul Ulama, Muhammadiyah, PC LDII dan pengurus Gereja. Kemudian beberapa Ormas; Ansor, Pemuda Pancasila dan Karang Taruna. (Fajar)

LDII Purbalingga Siap Sukseskan Delapan Program Munas LDII ke IX

 


LDIIPurbalingga-Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) IX LDII 2021, Rabu dan Kamis (7-8/4).

Munas ke IX ini mengusung tema “Penguatan SDM Profesional Religius untuk Ketahanan dan Kemandirian Bangsa Menuju Indonesia Maju”. Kegiatan yang berlangsung luring terbatas yang dipusatkan di Studio Pondok Minhajurrosyidin, Jakarta Timur. Acara Munas juga dapat diikuti oleh seluruh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII di seluruh Indonesia melalui daring.

Acara Munas LDII dibuka oleh orang nomor satu di Indonesia yaitu Presiden RI Joko Widodo secara daring dari Istana Negara, Jakarta. Presiden Jokowi dalam sambutannya menyinggung soal toleransi dan intoleransi di Indonesia. Ada empat poin penting tentang meningkatkan moderasi beragama yang mendukung persatuan kesatuan yang disampaikan Presiden Jokowi, pertama organisasi keagamaan harus punya komitmen kebangsaan yang kuat, kedua organisasi keagamaan harus menjunjung tinggi sikap toleransi kepada sesama, ketiga organisasi keagamaan harus memiliki prinsip (prinsip anti kekerasan) dan terakhir organisasi keagamaan harus menghargai tradisi dan budaya lokal masyarakat Indonesia yang sangat bineka.

Pada kesempatan ini melalui virtual hadir pula MUI, beberapa menteri Kabinet Indonesia Maju, Kepala Kepolisian, panglima TNI, DPW dan DPD LDII seluruh Indonesia, Ketua dan Pengasuh Pondok Pesantren LDII se-Indonesia serta mengundang Ketua PBNU, serta Ketua PP Muhammadiyah sebagai pemateri dalam sidang-sidang Munas.

Meskipun secara virtual DPD LDII Kabupaten Purbalingga pun mengikuti jalannya acara munas yang diselenggarakan oleh DPP LDII dengan tertib dan khidmat  dari studio mini aula DPD LDII Kabupaten Purbalingga di kelurahan Penambongan. Adapun peserta yang hadir adalah seluruh pengurus organisasi LDII Kabupaten Purbalingga dan pengurus pondok pesantren Wali Barokah Purbalingga dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Ketua DPD LDII Kabupaten Purbalingga, dr. Sutanto, menyampaikan  bahwa DPD LDII dan warga LDII di Kabupaten Purbalingga siap mendukung delapan program DPP LDII seperti yang disampaikan Ketua Umum DPP LDII, Chriswanto Santoso, saat pidato laporan munas.  Salah satu bentuk dukungan yang akan diberikan DPD LDII Purbalingga yaitu menerapkan delapan program  tersebut sebagai wujud pengabdian untuk bangsa sekaligus dapat memajukan daerah. Adapun delapan program pengabdian LDII adalah bidang wawasan kebangsaan, keagamaan, pendidikan, ekonomi syariah, kesehatan dan herbal, ketahanan pangan dan lingkungan hidup, energi terbarukan, dan teknologi digital.

Back To Top